Internet Dan Pilpres Amerika
Ditulis Arif Hidayat, Sabtu, Mei 24, 2008 di 1:07 PMBaru2 ini baca artikel menarik di BBC. Menurut artikel ini, fenomena Barrack Obama yang berhasil menjadi calon kuat presiden Amerika Serikat (dan mencatat sejarah karena dia masih muda dan calon kulit hitam pertama) tak bisa dilepaskan dari peranan internet.
Menurut artikel ini, Obama dan tim kampanyenya berhasil menggunakan internet untuk menjangkau kalangan pemuda yang menjadi pemilih pemula. Ini dilakukan dengan menggunakan situs social networking semacam Facebook dan MySpace (kalau di Indonesia bisa digunakan Friendster).
Dengan menggunakan media ini Obama bisa menjangkau pemuda yang selama ini kurang diperhatikan di dalam politik. Terbukti, Obama selalu mendapatkan suara yang banyak di kalangan pemuda dalam pemilu pendahuluan (primaries and caucuses).
Seklain itu dengan internet pula Obama bisa mendapatkan data pemilih potensial dan mengajak seta memobilisasi para sukarelawan untuk ikut mensukseskan kamanyenya. Obama juga berhasil menggunakan situs trend setter di Internet semacam Youtube untuk mengkatrol populartitasnya.
Dan yang tak kalah pentingnya , dengan internet, Obama berhasil melalukan penggalangan dana secara online secara efektif. Hingga saat ini (baru pada tahap awal pemilihan kandidat tingkat partai) Obama sudah berhasil mengumpulkan sekitar US$ 1 milyar, jauh lebih banyak dari saingannya Hillary Clinton.
Jelas pencapaian ini merupakan sesuatu yang luar biasa, mengingat Obama bisa dibilang pendatang baru di dunia politik, terutama bila dibandingkan dengan Hillary yang mantan ibu negara itu.
Nah, dari sini bisa diambil pelajaran. Kemampuan komunikasi dengan internet adalah suatu hal yang tidak dapat disepelakan lagi saat ini. Selain dapat digunakan untuk mencari bahan kuliah,, cari hiburan, bermain game online hingga cari
Sebentar lagi di Indonesia juga akan ada pemilu. Kita akan lihat apakah para kandidat presiden nantinya juga akan bisa memanfaatkan internet. Mereka (jika memang calon presiden yang kompeten) tentunya tak akan melewatkan suara para pemuda yang potensial ini, dan seperti kita tahu, para pemuda saat ini banyak yang akrab dengan internet.
Yak kita lihat saja seperti apa pemilu tahun depan di sini (sapa tahu bisa jadi staff IT nya capres,, wkwkwkwk,, :P )




Itu brarti kubu Hillary katrok, ga bisa menyadari POTENSI internet...sepertinya pemenang sudah terlihat