Bad News is a Good News

Bad News is a Good News. Ungkapan di atas sudah tiidak asing lagi dengan para pekerja berita, atau para jurnalis.

Ya, memang hrus diakui suatu berita yang buruk, apalagi yang menyangkut hajat hidup orang banayak, emmang sangat laris diberitakan. Apakah ini karena manusia suka melihat orang lain menderita, atau karena sifat kasih sayang manusia yang peduli pada penderitaan orang lain,, aku gak tahu...

Contoh dari ungkapan ini ,, adalah foto2 yang menjadi juara dari lomba World Press Photo 2007 ini. Foto Berita yang buruk dan menyedihkan mendominasi juara kompetisi ini. Topik yang muncul adalah perang di Irak dan Afghanistan, konflik di Darfur,kerusuhan di Kenya dan pembunuhan Benazir Bhutto di Pakistan.

Foto yang menang adalah foto diatas itu. Yang menggambarkan tentara Amerika di Afghanistan yang kelelahan saat menghadapi gempuran Taliban. Snuah foto yang emosional yang menurut fptpgrafernya menggambarkan tentara, dan bangsa, yang kelealahan menghadapi pertempuran.

Terlepas dari konteks, harus diakui bahwa foto2 juara ini adalah sebuah maha karya. Semuanya bisa menangkap momen dan emosi yang ada. Pantas untuk dilihat dan dipelajari oleh mereka yang suka fotografi. Mungkin bisa menjadi inspirasi untuk mendapat angle yang bagus. Atau bisa belajar dari teknik fotografi yang digunakan para fotografer ini.

Tapi seperti yang dibilang sama sang pemenang utama, Tim Hetherington, ada faktor penentu agar suatu foto bagus bisa tercipta.

You can't put yourself in a position to win the top prize; it's such a chance thing.
Semua juga tergantung kesempatan, atau takdir, untuk mendapatkan foto yang bagus. Karena itu, bila kesempatan itu lewat, segera ambil kamera dan tekan tombolnya.

Abadikan kenangan itu, kenangan indah maupun buruk, dan tangkap dengan kamera !

0 Comments:

Post a Comment